Jumat, 31 Juli 2009

Apa kabar Ibu dan Ayah?

Ini kalinya aku merasa sepi
Hanya lagu lirih sahabat ku
Cukup menghibur …
Dari pada air mata mengucur
Berulangkali.

Banyak ku kemas cerita
Dalam koper bekas
Sisa buatan Ayah dan Ibu
Hampir penuh.

Tapi sering kali aku,
Singkirkan yang tak penting
Hanya tuannya yang selalu
Menempati baris pertama.

Tak lain: Senyum Ibu dan Ayah
Aku kenang, kenagan ku
Ayah, Ibu aku rindu
Begitu setiap malam yang ku tempuh
Dalam doa sebelum tidur
Aku harap esok bertemu.

Tidak ada komentar: