Minggu, 24 Mei 2009

Hujan, menetes di bahu!

Aku baru saja beranjak lari dari dekapan malam

Yang saat itu senang menghapiriku

Dengan dongen-dongeng masa lalu

Sudah lama sekali aku berpaling

Di balik bahu yang kaku

Yang sudah seribu hari lamanya

Terkurung di pelataran tanah tua

Tanah yang pertama kali kita namai bersama

Di seberang hati yang terluka, saat kutinggalkan cerita

Aku baru saja beranjak merangkulmu

Dan  menari bersama di kota kita

Saat bahu itu menandakan hujan!

 

Airnya berupa duka

Dan aku terhanyut dengan sendirinya

Dan tak pernah kembali lagi

Sebelum aku berkata

 

Hanya saja, aku masih menyimpan

Hujan, di bahuku.

 

 

 

Untuk teman yang sudah kembali kepada-Nya

Tidak ada komentar: